
Sumber: Youtube/@curhatbang
JAKARTA – Jagat media sosial tengah dihebohkan dengan konflik panas yang menyeret nama Aditya Triantoro, sosok di balik kesuksesan animasi Islami populer “Nussa Rara”. Setelah sempat bungkam, Aditya akhirnya muncul di podcast “Curhat Bang” Denny Sumargo untuk memberikan klarifikasi mengejutkan terkait tuduhan perselingkuhan hingga masalah pembagian aset dengan mantan istrinya, Annisa.
Tuduhan Selingkuh dan Karakter ‘Uma’ yang Jadi Sorotan
Salah satu poin yang paling membuat netizen penasaran adalah spekulasi liar mengenai karakter ‘Uma’ dalam serial Nussa. Beredar isu bahwa karakter ibu tersebut terinspirasi dari sosok yang dituduh sebagai selingkuhan Aditya.
Namun, dengan tegas Aditya membantah hal tersebut. Ia menjelaskan bahwa proses kreatif pembuatan karakter melibatkan ratusan orang dalam tim desain, bukan keputusan pribadinya semata. “Animasi Nussa ini dibangun oleh ratusan orang. Ada tim desain, tim lighting, dan mereka yang memberikan approval. Tidak mungkin terinspirasi dari urusan pribadi saya,” ungkapnya dalam video tersebut.
Polemik Saham dan Jabatan Komisaris
Terkait tudingan bahwa ia mendepak mantan istrinya dari perusahaan, Aditya memberikan penjelasan dari sisi legalitas bisnis. Ia mengakui bahwa awalnya Annisa memang tercatat sebagai pemegang saham saat perusahaan baru didirikan. Namun, seiring berkembangnya perusahaan dan kebutuhan akan tenaga ahli profesional (terutama dari luar negeri), terjadi perubahan struktur melalui RUPS yang telah disepakati bersama.
“Dulu dia dimasukkan sebagai pemegang saham agar PT cepat berdiri. Tapi seiring berjalannya waktu, kami menghadirkan orang-orang kompeten untuk menggantikan posisinya agar perusahaan bisa berkembang,” jelas Aditya. Ia juga menekankan bahwa segala perubahan tersebut memiliki kekuatan hukum dan dokumen akta yang sah.
Isu Penggelapan Royalti: “Sudah Diperiksa Polisi”
Masalah semakin meruncing ketika Annisa melaporkan adanya dugaan penggelapan dana royalti bagi hasil ke pihak kepolisian pada September 2025. Menanggapi hal ini, Aditya menyatakan bahwa ia telah mengikuti seluruh prosedur hukum.
“Semua bukti sudah diserahkan dan alhamdulillah tidak terbukti ada penggelapan. Kami sudah bayarkan sesuai nominal yang tertera. Memang ada keterlambatan invoice karena faktor bisnis, tapi bukan penggelapan,” tegasnya.
Curhat Pilu Soal Tuduhan ‘Mandul’
Dalam sesi penutup yang emosional, Aditya mengungkap sisi lain yang menyakitkan hatinya sebagai laki-laki. Ia mengaku syok saat mendengar narasi yang beredar di persidangan maupun media yang menyebut dirinya bermasalah secara biologis atau mandul.
“Saya syok dengar narasi itu. Tapi sekarang saya hanya perlu melihat putri-putri saya untuk membuktikan bahwa itu tidak benar,” ujarnya sambil menahan rasa kecewa. Kini, ia telah menikah kembali dan memiliki dua orang putri yang sangat ia cintai.
Harapan Untuk Kedamaian
Aditya menutup klarifikasinya dengan pesan untuk tidak lagi memperkeruh suasana, terutama demi menjaga mental anak-anaknya. Ia pun memilih untuk menempuh jalur hukum terkait dugaan pencemaran nama baik dan fitnah yang menyerang keluarganya saat ini.
“Berdamailah dengan diri sendiri. Kita semua punya masa lalu, dan saya hanya ingin fokus pada masa depan keluarga saya sekarang,” pungkasnya.
Disclaimer:
Artikel ini disusun berdasarkan informasi yang beredar di media sosial serta pemberitaan yang telah dipublikasikan sebelumnya. Seluruh opini, komentar, dan reaksi yang dikutip merupakan pandangan warganet dan tidak mewakili sikap redaksi. Redaksi tidak bermaksud menyudutkan pihak mana pun dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah serta etika jurnalistik.
