
Sumber: Instagram @jerryaurum
Jakarta — Selebgram Dara Arafah baru-baru ini berbagi pengalaman pribadinya melalui Instagram Story terkait hujatan yang diterimanya dari sebagian warganet. Ia mengungkapkan rasa sakit hati dan kekecewaan atas respons negatif yang muncul hanya dari sebuah komentar sederhana berupa ucapan “makasih” pada suatu unggahan.
Dalam curahan hatinya, Dara menyampaikan bahwa komentar tersebut memicu gelombang komentar kasar, cacian, sumpah serapah, serta penyebaran ulang foto dirinya tanpa hijab yang kemudian dijadikan bahan olok-olok. “Cuma karena gue nulis komentar ‘makasih’, gue dihujat habis-habisan,” tulisnya dalam unggahan tersebut.

Foto: Tangkapan layar Instagram Stories @daraarafah
Awalnya, Dara menduga serangan tersebut berasal dari akun buzzer atau terorganisir. Namun, ia kemudian menyadari bahwa sebagian hujatan datang dari individu nyata yang secara sadar menyampaikan kebencian tersebut.
Dara menekankan bahwa ia tidak menuduh atau menyebut nama siapa pun secara spesifik, melainkan hanya berbagi refleksi pribadi atas pengalaman tersebut. Ia menyoroti fenomena keberadaan individu dengan “hati yang rusak” di media sosial, di mana kebencian yang dilontarkan lebih mencerminkan pelaku daripada targetnya. “Sekarang gue sadar, orang dengan hati rusak itu nyata. Dan kebencian yang kalian keluarkan sepenuhnya mencerminkan siapa kalian, bukan siapa gue,” ungkapnya.
Meski terluka, Dara menutup curahan hatinya dengan nada positif berupa doa. Ia berharap agar mereka yang melontarkan kebencian diberi kesadaran dan kelembutan hati oleh Allah SWT.
Unggahan tersebut menuai respons beragam dari warganet, termasuk dukungan moral dari pengikutnya serta kecaman terhadap praktik perundungan daring dan ujaran kebencian yang masih sering terjadi di platform media sosial.
Hingga saat ini, Dara Arafah belum memberikan pernyataan lanjutan di luar unggahan Instagram Story tersebut.
Disclaimer: Berita ini disusun berdasarkan unggahan pribadi Dara Arafah di Instagram Story dan laporan media terkait yang tersedia secara publik. Narasi ini bersifat informatif dan netral, tanpa bermaksud menyalahkan, memihak, atau memprovokasi pihak mana pun. Isu kebencian daring adalah masalah sosial yang kompleks; kami mendorong semua pihak untuk berkomunikasi secara bijak dan menghormati privasi serta perasaan orang lain. Jika Anda mengalami atau menyaksikan perundungan daring, pertimbangkan untuk melaporkannya ke platform terkait atau pihak berwenang. Berita ini bukan pengganti fakta resmi dari pihak yang bersangkutan.
